Beranda » Info&Tips » Cara Memulai bisnis fashion dengan brand sendiri

Cara Memulai bisnis fashion dengan brand sendiri

T Diposting oleh pada 2 Januari 2019
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 1751 kali

Konveksi kaos distro dan cara membuat brand kaos sendiri

Kaos distro pria dan Cara Memulai bisnis fashion dengan brand sendiri – Kembali lagi diartkel kami yang baru tentang bagaimana kita memulai sebuah bisnis fashion khususnya kaos distro pria. Sebelum kamu memulai bisnis kaos distro siapkan dulu nama brand atau merek kaos distro yang ingin kamu produksi. Pentingnya kekuatan merek sebuah kaos distro memang sangat berpengaruh.Merek adalah hal yang paling penting bagi produk jasa maupun barang. Merek bisa menarik minat konsumen untuk memakai produk tersebut. Bahkan, keberadaan merek dianggap sebagai pilar yang menunjang keberhasilan bisnis.

Merek diciptakan agar mudah diingat orang karena berpengaruh pada persepsi. Sebaiknya merek juga mengandung arti yang diciptakan sendiri maupun sudah diketahui umum karena arti itu berhubungan dengan produk yang ditawarkan kepada konsumen. Seseorang yang mendengar sebuah merek terkenal pasti bisa membayangkan tema kaos distro pria yang dibawakan oleh merek tersebut. Inilah yang dimaksud hubungan antara merek dan persepsi.

Baca juga : Cara membuka usaha distro kecil-kecilan

Ada beberapa cara dalam membuat merek, mulai menemukan sendiri atau menggunakan jasa konsultan Perusahaan ternama biasanya menggunakan jasa konsultan sehinngga harga sebuah merek bisa mencapai milyaran rupiah. Jumlah itu belum termasuk biaya membangunnya sehingga biayanya bisa berlipat ganda. Tentu tidak mudah kita melakukan hal itu. Merek bagi para penjual adalah tanda untuk suatu barang.Merek juga untuk membedakan setiap produk dari penjual. Merek bahkan menjadi pengenal produk mereka agar tidak ditiru oleh orang yang ingin menjiplak barang mereka dengan memberikan merek atau hal lainnya.

kaos distro pria

Berbagai definisi tentang merek menekannkan adanya hubungan antara konsumen dengan merek, dimana merek dalam kenyataannya lebih dari sekedar logo, nama, atau pengepakan (packaging). Ada aspek emosional yang bermain di sana sebagaimana halnya faktor -faktor fisikal. Pada titik ini terlihat bahwa merek memiliki ekuitasnya sendiri (brand equity). Ekuitas merek ini berbeda dari konteks yang satu ke konteks lainnya dan dapat dikategorikan ke dalam :

1.Loyalitas merek (brand loyalty)

Apa yang kita bayangkan sebagai konsumen T-Shirt merek terkenal, terus merek tersebut tiba-tiba membuat produk payung bergambar tertentu. Sangat mungkin kita yang selama ini membeli produk merek terkenal itu lantas tidak lagi berminat pada merek tersebut . Jadi, kalau kita mau membuat usaha clothing maka kita harus setia dengan produk yang kita ciptakan. Jangan sekali-kali mengubah bentuk produk dan sasaran konsumen yang tanpa perhitungan sehingga justru akan merusak merek yang kita bangun.

2. Kedekatan merek (brand awareness)

Hal ini berkaitan dengan merek dan kebutuhan konsumennnya. Kita tak mungkin memakai busana merek slacker untuk pergi ke undangan bukan?. Nah, kita sebagai produsen harus bisa menyesuaikan dan mendekatkan produk kita dengan kebutuhan konsumen.

3.Kualitas penerimaan (perceived quality)

Tentu saja tidak mungkin memproduksi barang yang kualitasnya buruk, menurut cara pandang kita maupun konsumen. Perhatikan setiap detail kualitas produk, misalnya jahitan, sablonan, kain, dan kelengkapan pengemasan (hang tag, label, dan lain-lain). Jadi kalian harus menentukan jasa konveksi kaos yang tepat.

4.Perhatikan soal paten, trademark, dan lain-lain

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa distro dan clothing company tidak semata-mata menunjuk ke sebuah produk, tapi dapat juga dilihat sebagai organisasi atau korporasi, pribadi, dan simbol. Lalu ditinjau dari kacamata periklanan/pemasaran, maka bisnis distro dan clothing company menunjukan keberhasilan strategi periklannan/pemasaran perusahaan yang telah menancapkan merek produknya dibenak konsumen. Pada kasus tertentu, hal ini juga ditopang oleh keberadaan produk itu sendiri yang merupakan produk pertama yang dikenal konsumen.

Baca juga : Rekomendasi jasa pembuatan kaos di semarang murah

Itulah sedikit ulasan tentang bagaimana memulai bisnis kaos distro, terutama tentang pentingnya sebuah brand atau merek itu dibuat. Semoga artikel kali ini bisa bermanfaat untuk kalian semua yang telah membacanya. Jangan lupa berbagi informais supaya bisa menjadi wawasan untuk setiap orang. Nantikan artikel kami yang menarik selanjutnya, tetap kunjungi Konveksi semarang B86clothing

Diposting oleh

Jasa pembuatan kaos

Belum ada Komentar untuk Cara Memulai bisnis fashion dengan brand sendiri

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

a Artikel Terkait Cara Memulai bisnis fashion dengan brand sendiri

jasa konveksi kaos distro

Strategi pemasaran kaos distro

T 3 Januari 2019 F A B86 Clothing

Jasa konveksi kaos distro semarang Jasa konveksi kaos distro – Penerapan strategi pemasaran yang jitu bisa menjadi kunci sukses sebuah merek clothing. Hal ini bisa dilakukan dengan melepas beberapa varian produk yang sama agar menjangkau konsumen yang lebih luas. Cara... Selengkapnya

kaos sablon semarang

Tips merawat kaos sablon agar tetap awet

T 16 Februari 2017 F A B86 Clothing

kaos sablon semarang – Ada beberapa tips merawat kaos sablon agar tetap awet. Berikut ini ada beberapa cara untuk merawat kaos sablon agar tetap awt.walaupun hasil sablonanny berkualitas tapi cara perawatanny tidak benar bisa membuat rusak sablon dan bahan kaosnya.... Selengkapnya

Cara Memasarkan Produk konveksi Baju Buatan Sendiri

T 23 November 2018 F A B86 Clothing

konveksi Baju Buatan Sendiri – Hallo kembali lagi kami akan bagikan artikel atau membagikan postingan tentang cara memasarkan produk baju atau kaos kepada kamu yang berniat punya usaha clothing atau sudah memiliki usaha clothing sendiri.Pasti kamu ingin kan punya usaha... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Untuk informasi lebih lanjut tentang produk dan jasa kami silahkan hubungi customer servis kami